Terbaru : Spanyol Tundukkan Runner-up Piala Dunia 2018 Dengan Skor Telak

Usai menang atas Inggris di laga perdana Liga A Grup 3 UEFA Nations League, Spanyol kembali meraih kemenangan di laga kedua menghadapi Kroasia, Rabu (12/09/18).


Tak tanggung-tanggung, Sergio Ramos dan kawan-kawan berhasil menang dengan setengah lusin gol (6-0) atas runner-up Piala Dunai 2018 tersebut dilansir dari indosport.com (12/09/2018).


Spanyol vs Kroasia

Dilansir dari kompas.com (12/09/2018) Pertandingan Spanyol vs Kroasia ini berjalan timpang. Tuan rumah mendominasi 70 persen penguasaan bola dengan melepas 15 tembakan - 7 di antaranya tepat sasaran, berbanding lima tembakan milik Kroasia.

Para pemain Spanyol bergantian membobol gawang Kroasia sebanyak enam kali. Mereka adalah Saul Niguez yang membuka keran gol Spanyol pada menit ke-24, Marco Asensio (33'), bunuh diri Lovre Kalinic (35'), Rodrigo Moreno (49'), Sergio Ramos (57'), dan Isco (70').


Bintang utama kemenangan Spanyol pada laga tersebut adalah Marco Asensio. Dia bukan hanya mencetak gol, pun mencatat assist bagi tiga gol lainnya ke gawang Timnas Kroasia.

Hasil ini membuat Timnas Spanyol mantap di puncak klasemen Grup 4 Liga Negara-negara Eropa dengan koleksi enam poin. Mereka unggul atas Inggris dan Kroasia yang sama-sama belum mendapatkan poin.

Sumber





Miris! Bintang Piala Dunia Rusia dalam Penyelidikan Doping

Moskow, Gatra.com - Pemain sayap Rusia Denis Cheryshev, merupakan salah satu pemain yang menonjol di Piala Dunia 2018 Rusia, kini sedang dalam penyelidikan atas dugaan pelanggaran doping, demikian media lokal melaporkan Rabu (12/9).


"Kasus ini sedang diselidiki oleh lembaga Anti-Doping Spanyol," kata harian Rusia Sport Express mengutip juru bicara pers Anti-Doping World World (WADA).

"Mereka akan memberi tahu WADA tentang hasil penyelidikan mereka."

Pemain berusia 27 tahun itu dicurigai setelah ayahnya mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pemain sepakbola itu telah menerima perawatan hormon pertumbuhan sebelum Piala Dunia.

Pengambilan hormon pertumbuhan tanpa pembebasan penggunaan terapeutik dapat menghasilkan larangan empat tahun.


Ayah Cheryshev kemudian mengatakan dia salah dikutip oleh wartawan.
Gelandang Villarreal, yang dipinjamkan ke Valencia musim ini, sementara itu membantah melakukan kesalahan.

"Saya pikir sebaiknya kita menyerahkan kasus ini ke tangan petugas medis, yang telah melakukan segalanya dengan benar," katanya kepada Sport Express, seperti dikutip AFP Sports, Rabu.

"Untuk bagian saya semuanya jujur dan saya pikir tidak akan ada masalah."
Cheryshev mencetak empat gol saat tuan rumah Rusia mencapai perempat final Piala Dunia.

Sumber





Tumben! Terdepaknya Sang Messiah Dari 3 Pemain Terbaik Dunia

Hal yang tak biasa telah terjadi dalam keputusan FIFA dalam menentukan Pemain Terbaik Dunia 2018. Tersingkirnya sang mega bintang Barcelona, Lionel Messi dari daftar 3 nomine Pemain Terbaik Dunia 2018 menjadi perbincangan hangat.

Tentu, keputusan FIFA tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan pemerhati sepak bola dunia. Jika dilihat dari sisi yang kontra, menjelaskan beberapa alasan bahwa Lionel Messi memiliki penampilan konsisten sepanjang musim lalu bersama Barcelona. Serta, secara statistik Messi dalam mengkreasi serangan dan membuat assist lebih unggul dari Cristiano Ronaldo, Luka Modric dan Mohamed Salah.

Seperti yang dilansir dari bola.com pada 11 September 2018. Namun, semua ragam poin kontra itu menjadi ‘counter attack’. Dan inilah 3 fakta yang mendukung FIFA dalam mencoret Lionel Messi sebagai top 3 Pemain Terbaik Dunia 2018.

1. Penampilan Buruk di Piala Dunia


Gagalnya messi dalam mewujudkan impian publik Argentina yang sudah rindu juara agar berjaya di Piala Dunia 2018. Harapan itu hilang setelah Argentina tersingkir, karena kalah dari Prancis, yang justru keluar menjadi juara di Piala Dunia 2018.

Nama Lionel Messi sudah mencuat membela Argentina saat usianya menginjak 19 tahun, tepatnya di Piala Dunia 2006, Jerman. Seiring berjalannya waktu, kemampuannya dalam mengolah sang kulit bundar semakin menakjubkan.

Hal itu, dibuktikan pada 2014, Argentina yang tampil sebagai tim yang tak diunggulkan. Namun, berhasil melaju ke Final, tetapi impian Lionel Messi seperti terjun bebas dari langit setelah Maro Reus menetak gol tunggal untuk kemenangan Jerman.

Dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, justru Messi lah yang tak berdaya di Rusia.

2. Hilangnya Sentuhan di Liga Champions


Di ajang yang sangat bergengsi Liga Champion. Jika, klub bermain bagus, maka dipastikan ada pemain yang menonjol di dalamnya. Sang pesepak bola pun bisa melaju mendapatkan penghargaan individu atas penampilannya bersama klub. Bahkan, termasuk menjadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

Pada Liga Champion kemarin, Barcelona tersingkir oleh AS Roma. Seperti kehilangan sentuhannya, Lionel Messi gagal mencetak gol ke gawang AS Roma.

Kenyataan pahit itu jelas berbanding terbalik dengan Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah. Sang rival, Ronaldo dapat menjadi inspirasi bagi Real Madrid meraih trofi Liga Champions 2017-2018, sekaligus tiga kali secara beruntun. Sedangkan, Mohamed Salah mengoleksi 10 gol di Liga Champions dan mengangkat timnya Liverpool sebagai runner-up.

3. Gagal Mengangkat Diri


Fakta pahit kegagalan Sang Messiah dalam menaikkan ‘derajad’. Hal ini menjadi akumulasi atau kompilasi dari penilaian di level domestik, regional, dan internasional.

Poin-poin tersebut menjadi titik lemah Lionel Messi, yang tak sanggup konsisten menciptakan efek ‘juara’. Messi hanya berjaya dengan Barcelona, namun ‘mati kutu’ saat mengenakan kostum biru-putih khas Tim Tanggo saat melekat di tubuhnya.

Sumber





Kalah dari Timnas Spanyol 6-0, ini kata pelatih Kroasia

Pagelaran Turnamen UEFA NATIONS LEAGUE terus bergulir hingga semalam tanggal 11 September 2018, dimana laga menarik tersaji di Stadion Martinez Valero yaitu KROASIA sebagai Runner up Piala Dunia 2018 melawan Spanyol.


Seperti yang disaksikan semalam, Permainan langsung dikuasai oleh Tuan rumah Spanyol. Tuan rumah mendominasi 70 persen penguasaan bola dengan melepas 15 tembakan - 7 di antaranya tepat sasaran, berbanding lima tembakan milik Kroasia.

Hingga pada menit ke-24, mimp buruk timnas kroasia dimulai dimana Saul Niguez berhasil merobek gawang timnas kroasia. Mimpi buruk terus berlanjut.


Marco Asensio kembali mencetak gol pada menit 33, kemudian gol bunuh diri Lovre Kalinic menit 35. Skor bertahan 3--0 hingga turun minum, memasuki babak kedua, ketika laga baru berjalan 4 menit, Rodrigo Moreno menambah gol untuk Spanyol, Lalu gol Sergio Ramos menit ke-57 dan gol terakhir menutup kemenangan Spanyol adalah gol Isco menit 70.

Kekalahan ini merupakan kekalahan terburuk Timnas Kroasia. Lantas Bagaimana Tanggapan Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. Dilansir dari Kompas.com, (12/9/2018) berikut adalah komentar pelatih Kroasia.

"Setelah gol kedua, kami menyarah dan semuanya telah berakhir. Saya tidak bisa memberi motivasi apa pun kepada semua pemain saat jeda babak pertama, Saya mencoba menerapkan hal berbeda pada babak kedua. Namun, kami tetap bermain seperti babak pertama karena strategi tidak berjalan. Hal terbaik yang bisa kami lakukan adalah mengucapkan selamat untuk Spanyol. Tidak mudah bagi kami menerima kekalahan dengan skor telak. Kami harus menemukan solusi. Kami tidak bisa hanya duduk dan menangis meratapi ini. Kami akan tetap bekerja," 

Susunan pemain Spanyol vs Kroasia:

Spanyol: David De Gea, Dani Carvajal (14-Cesar Azpilicueta 75'), Nacho Fernandez, Daniel Ceballos, Sergio Busquets (16-Rodri 59'), Saul Niguez (10-Thiago Alcantara 65'), Marco Asensio, Isco, Rodrigo Moreno.

Pelatih: Luis Enrique

Kroasia: Lovre Kalinic, Sime Vrsaljko (18-Marko Rog 20'), Matej Mitrovic, Domagoj Vida, Josip Pivaric, Ivan Rakitic, Marcelo Brozovic (20-Marcelo Brozovic 62'), Kovacic, Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Santini (13-Marko Livaja 71')

Pelatih: Zlatko Dalic

Wasit: Benoit Bastien (Prancis)

Sumber





Bagas Hattrick, Timnas U-16 Imbang 3-3, Fachri Husaini: Kita Memang Butuh Lawan Tim Ini

Timnas Indonesia U-16 menjalani laga ujicoba terakhirnya dengan menghadapi tim dari Asia Barat yakni Oman U-16. Laga ini dilangsungkan di Usim Mini Stadium, Malaysia, Rabu (12/9/2018) pukul 15.30 WIB. Laga ini tidak bisa disiarkan secara langsung karena arahan dari panitia pelaksana.


Dilansir dari flashscore.co.id (12/9/2018), Timnas Indonesia tampil menekan sejak awal. Begitu juga dengan Oman U-16. Garuda Asia dan Young Reds Warrior ciptakan beberapa peluang yang berhasil dikonversikan menjadi gol. Di babak pertama Indonesia U-16 tertinggal 2-3.

Di babak kedua Bagus Kahfi cs tampil lebih menekan karena tertinggal satu gol. Akhirnya berhasil samakan skor menjadi 3-3 di babak kedua ini. Bagas Kaffa menjadi pencetak semua gol Timnas U-16 alias hattrick. Saatnya fokus untuk laga perdana AFC U-16 menghadapi Iran U-16.

Hasil imbang ini tentu tidak akan dipermasalahkan oleh coach Fachri Husaini. Dua laga uji coba awal dengan menghadapi tim-tim dari Malaysia, Garuda Muda menang telak. Sime Derby FC dikalahkan dengan skor 4-0. Felda FC U-17 kalah dengan skor 5-0. "Uji coba pertama dan kedua bagi saya hanya latihan saja karena saya menurunkan dua tim. Dari dua tim itu saya meminta main dengan tempo tinggi," ujar Fachri.


Jelang tampil di Piala Asia U-16 di Malaysia yang akan berlangsung pada 20 September sampai 7 Oktober mendatang, pelatih Fachri memang merencakan untuk melawan tim dari Timur Tengah. Pasalnya Indonesia U-16 tergabung dengan satu tim Timur Tengah di Grup C yakni Iran. Iran sebelumnya beruji coba melawan Oman.

"Kenapa lawan Oman memang karena Timnas U-16 butuh lawan dari Timur Tengah. Kita belum sekali pun melawan tim dari Timur Tengah. Apalagi di grup kita ada tim dari Timur Tengah yakni Iran," imbuh pelatih Fachri Husaini seperti yang dilansir dari indosport.com (11/9/2018).

Sumber





Tamat Sudah Klub Eropa! Barcelona Akan Segera Rekrut Bintang Ganas Ini, Calon Juara UCL?

Salam football mania, seperti yang dilansir dari www.mirror.co.uk (11/09/2018) Barcelona menargetkan dua bintang yaitu Nacho Monreal atau Alberto Moreno ketika jendela transfer Januari dibuka kembali.


Juara La Liga telah menjual Lucas Digne ke Everton musim panas ini meninggalkan Jordi Alba sebagai satu-satunya bek kiri senior dalam skuad mereka.

Pemain muda Marc Cucurella dan Juan Miranda telah berada di dalam dan di sekitar skuad tim pertama tetapi Ernesto Valverde menginginkan pilihan yang lebih berpengalaman.

Mundo Deportivo melaporkan Barca kemungkinan akan mendatangkan bek kiri baru pada Januari untuk memberikan kompetisi kepada Alba. Dan pasangan Liga Primer Monreal dan Moreno telah muncul sebagai target yang mungkin, dengan kedua pemain cenderung tertarik pada Barca.


Monreal, 32 tahun, terbuka tentang masa depannya di Arsenal musim panas ini dengan Real Sociedad tertarik untuk mencapai kesepakatan. Namun dia tetap di Emirates untuk memperebutkan tempatnya di bawah manajer baru Unai Emery.

Sementara Moreno tetap menjadi pilihan kedua di Liverpool untuk Andy Robertson dan kemungkinan untuk menemukan peluangnya yang sulit didapat.


Pemain berusia 26 tahun itu menjadi pemain pengganti yang tidak digunakan dalam tiga pertandingan terakhir Liverpool. Nama lain yang diyakini menarik bagi Barca adalah Matteo Darmian dari Manchester United.

Pemain asal Italia itu tampaknya akan meninggalkan United musim panas ini tetapi dia tetap berada di tengah krisis pertahanan pada awal musim.





Tak Bahagia Di Juventus, Manchester United Siap Tebus Pemain Seharga 2 Triliun Ini

Manchester, Inggris – seperti dilaporkan thesun.co.uk, Selasa (11/9/2018), klub raksasa Premier League Inggris, Manchester United, dikabarkan masih sangat berminat untuk mendatangkan pemain bintang Juventus yakni Paulo Dybala.


Demi membawa keluar pemain Timnas Argentina tersebut dari Allianz Stadium, manajemen The Red Devils kabarnya telah menyiapkan dana fantastis sebesar 120 juta euro atau setara dengan 2 triliun rupiah.

Kedatangan Paulo Dybala ke Theater of Dreams dinilai akan membuat lini depan Manchester United semakin tajam sehingga mampu bersaing untuk meraih trofi Premier League musim ini.

Jose Mourinho dikabarkan akan mulai bergerak untuk mendapatkan Paulo Dybala pada bursa transfer musim dingin Januari 2019 mendatang.


Selain untuk mempertajam lini depan, kehadiran Paulo Dybala di Manchester United juga diharapkan mampu membuat Paul Pogba bertahan di Old Trafford.

Seperti diketahui kalau pemain Timnas Prancis tersebut dirumorkan ingin segera hengkang dari Manchester United. Paul Pogba dan Paulo Dybala dikenal memiliki hubungan sangat baik semenjak mereka bermain bersama di Juventus.


Sementara itu Paulo Dybala sendiri juga dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan Manchester United pada musim dingin mendatang. Pemain berusia 23 tahun tersebut kabarnya akan mempertimbangkan dengan sangat serius tawaran dari The Red Devils.

Paulo Dybala memang santer diberitakan ingin hengkang dari Allianz Stadium setelah pada musim ini alenatore Juventus yakni Max Allegri lebih sering menempatkannya di bangku cadangan karena kehadiran Cristiano Ronaldo.

Situasi tersebut membuat sang pemain kabarnya tidak senang dengan keputusan Allegri dan berencana untuk hengkang dari Juventus pada bursa transfer musim dingin Januari 2019 mendatang.

Sumber