Terbaru : Spanyol Tundukkan Runner-up Piala Dunia 2018 Dengan Skor Telak

Usai menang atas Inggris di laga perdana Liga A Grup 3 UEFA Nations League, Spanyol kembali meraih kemenangan di laga kedua menghadapi Kroasia, Rabu (12/09/18).


Tak tanggung-tanggung, Sergio Ramos dan kawan-kawan berhasil menang dengan setengah lusin gol (6-0) atas runner-up Piala Dunai 2018 tersebut dilansir dari indosport.com (12/09/2018).


Spanyol vs Kroasia

Dilansir dari kompas.com (12/09/2018) Pertandingan Spanyol vs Kroasia ini berjalan timpang. Tuan rumah mendominasi 70 persen penguasaan bola dengan melepas 15 tembakan - 7 di antaranya tepat sasaran, berbanding lima tembakan milik Kroasia.

Para pemain Spanyol bergantian membobol gawang Kroasia sebanyak enam kali. Mereka adalah Saul Niguez yang membuka keran gol Spanyol pada menit ke-24, Marco Asensio (33'), bunuh diri Lovre Kalinic (35'), Rodrigo Moreno (49'), Sergio Ramos (57'), dan Isco (70').


Bintang utama kemenangan Spanyol pada laga tersebut adalah Marco Asensio. Dia bukan hanya mencetak gol, pun mencatat assist bagi tiga gol lainnya ke gawang Timnas Kroasia.

Hasil ini membuat Timnas Spanyol mantap di puncak klasemen Grup 4 Liga Negara-negara Eropa dengan koleksi enam poin. Mereka unggul atas Inggris dan Kroasia yang sama-sama belum mendapatkan poin.

Sumber





Miris! Bintang Piala Dunia Rusia dalam Penyelidikan Doping

Moskow, Gatra.com - Pemain sayap Rusia Denis Cheryshev, merupakan salah satu pemain yang menonjol di Piala Dunia 2018 Rusia, kini sedang dalam penyelidikan atas dugaan pelanggaran doping, demikian media lokal melaporkan Rabu (12/9).


"Kasus ini sedang diselidiki oleh lembaga Anti-Doping Spanyol," kata harian Rusia Sport Express mengutip juru bicara pers Anti-Doping World World (WADA).

"Mereka akan memberi tahu WADA tentang hasil penyelidikan mereka."

Pemain berusia 27 tahun itu dicurigai setelah ayahnya mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pemain sepakbola itu telah menerima perawatan hormon pertumbuhan sebelum Piala Dunia.

Pengambilan hormon pertumbuhan tanpa pembebasan penggunaan terapeutik dapat menghasilkan larangan empat tahun.


Ayah Cheryshev kemudian mengatakan dia salah dikutip oleh wartawan.
Gelandang Villarreal, yang dipinjamkan ke Valencia musim ini, sementara itu membantah melakukan kesalahan.

"Saya pikir sebaiknya kita menyerahkan kasus ini ke tangan petugas medis, yang telah melakukan segalanya dengan benar," katanya kepada Sport Express, seperti dikutip AFP Sports, Rabu.

"Untuk bagian saya semuanya jujur dan saya pikir tidak akan ada masalah."
Cheryshev mencetak empat gol saat tuan rumah Rusia mencapai perempat final Piala Dunia.

Sumber





Tumben! Terdepaknya Sang Messiah Dari 3 Pemain Terbaik Dunia

Hal yang tak biasa telah terjadi dalam keputusan FIFA dalam menentukan Pemain Terbaik Dunia 2018. Tersingkirnya sang mega bintang Barcelona, Lionel Messi dari daftar 3 nomine Pemain Terbaik Dunia 2018 menjadi perbincangan hangat.

Tentu, keputusan FIFA tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan pemerhati sepak bola dunia. Jika dilihat dari sisi yang kontra, menjelaskan beberapa alasan bahwa Lionel Messi memiliki penampilan konsisten sepanjang musim lalu bersama Barcelona. Serta, secara statistik Messi dalam mengkreasi serangan dan membuat assist lebih unggul dari Cristiano Ronaldo, Luka Modric dan Mohamed Salah.

Seperti yang dilansir dari bola.com pada 11 September 2018. Namun, semua ragam poin kontra itu menjadi ‘counter attack’. Dan inilah 3 fakta yang mendukung FIFA dalam mencoret Lionel Messi sebagai top 3 Pemain Terbaik Dunia 2018.

1. Penampilan Buruk di Piala Dunia


Gagalnya messi dalam mewujudkan impian publik Argentina yang sudah rindu juara agar berjaya di Piala Dunia 2018. Harapan itu hilang setelah Argentina tersingkir, karena kalah dari Prancis, yang justru keluar menjadi juara di Piala Dunia 2018.

Nama Lionel Messi sudah mencuat membela Argentina saat usianya menginjak 19 tahun, tepatnya di Piala Dunia 2006, Jerman. Seiring berjalannya waktu, kemampuannya dalam mengolah sang kulit bundar semakin menakjubkan.

Hal itu, dibuktikan pada 2014, Argentina yang tampil sebagai tim yang tak diunggulkan. Namun, berhasil melaju ke Final, tetapi impian Lionel Messi seperti terjun bebas dari langit setelah Maro Reus menetak gol tunggal untuk kemenangan Jerman.

Dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, justru Messi lah yang tak berdaya di Rusia.

2. Hilangnya Sentuhan di Liga Champions


Di ajang yang sangat bergengsi Liga Champion. Jika, klub bermain bagus, maka dipastikan ada pemain yang menonjol di dalamnya. Sang pesepak bola pun bisa melaju mendapatkan penghargaan individu atas penampilannya bersama klub. Bahkan, termasuk menjadi Pemain Terbaik Dunia versi FIFA.

Pada Liga Champion kemarin, Barcelona tersingkir oleh AS Roma. Seperti kehilangan sentuhannya, Lionel Messi gagal mencetak gol ke gawang AS Roma.

Kenyataan pahit itu jelas berbanding terbalik dengan Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah. Sang rival, Ronaldo dapat menjadi inspirasi bagi Real Madrid meraih trofi Liga Champions 2017-2018, sekaligus tiga kali secara beruntun. Sedangkan, Mohamed Salah mengoleksi 10 gol di Liga Champions dan mengangkat timnya Liverpool sebagai runner-up.

3. Gagal Mengangkat Diri


Fakta pahit kegagalan Sang Messiah dalam menaikkan ‘derajad’. Hal ini menjadi akumulasi atau kompilasi dari penilaian di level domestik, regional, dan internasional.

Poin-poin tersebut menjadi titik lemah Lionel Messi, yang tak sanggup konsisten menciptakan efek ‘juara’. Messi hanya berjaya dengan Barcelona, namun ‘mati kutu’ saat mengenakan kostum biru-putih khas Tim Tanggo saat melekat di tubuhnya.

Sumber





Kalah dari Timnas Spanyol 6-0, ini kata pelatih Kroasia

Pagelaran Turnamen UEFA NATIONS LEAGUE terus bergulir hingga semalam tanggal 11 September 2018, dimana laga menarik tersaji di Stadion Martinez Valero yaitu KROASIA sebagai Runner up Piala Dunia 2018 melawan Spanyol.


Seperti yang disaksikan semalam, Permainan langsung dikuasai oleh Tuan rumah Spanyol. Tuan rumah mendominasi 70 persen penguasaan bola dengan melepas 15 tembakan - 7 di antaranya tepat sasaran, berbanding lima tembakan milik Kroasia.

Hingga pada menit ke-24, mimp buruk timnas kroasia dimulai dimana Saul Niguez berhasil merobek gawang timnas kroasia. Mimpi buruk terus berlanjut.


Marco Asensio kembali mencetak gol pada menit 33, kemudian gol bunuh diri Lovre Kalinic menit 35. Skor bertahan 3--0 hingga turun minum, memasuki babak kedua, ketika laga baru berjalan 4 menit, Rodrigo Moreno menambah gol untuk Spanyol, Lalu gol Sergio Ramos menit ke-57 dan gol terakhir menutup kemenangan Spanyol adalah gol Isco menit 70.

Kekalahan ini merupakan kekalahan terburuk Timnas Kroasia. Lantas Bagaimana Tanggapan Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic. Dilansir dari Kompas.com, (12/9/2018) berikut adalah komentar pelatih Kroasia.

"Setelah gol kedua, kami menyarah dan semuanya telah berakhir. Saya tidak bisa memberi motivasi apa pun kepada semua pemain saat jeda babak pertama, Saya mencoba menerapkan hal berbeda pada babak kedua. Namun, kami tetap bermain seperti babak pertama karena strategi tidak berjalan. Hal terbaik yang bisa kami lakukan adalah mengucapkan selamat untuk Spanyol. Tidak mudah bagi kami menerima kekalahan dengan skor telak. Kami harus menemukan solusi. Kami tidak bisa hanya duduk dan menangis meratapi ini. Kami akan tetap bekerja," 

Susunan pemain Spanyol vs Kroasia:

Spanyol: David De Gea, Dani Carvajal (14-Cesar Azpilicueta 75'), Nacho Fernandez, Daniel Ceballos, Sergio Busquets (16-Rodri 59'), Saul Niguez (10-Thiago Alcantara 65'), Marco Asensio, Isco, Rodrigo Moreno.

Pelatih: Luis Enrique

Kroasia: Lovre Kalinic, Sime Vrsaljko (18-Marko Rog 20'), Matej Mitrovic, Domagoj Vida, Josip Pivaric, Ivan Rakitic, Marcelo Brozovic (20-Marcelo Brozovic 62'), Kovacic, Luka Modric, Ivan Perisic, Ivan Santini (13-Marko Livaja 71')

Pelatih: Zlatko Dalic

Wasit: Benoit Bastien (Prancis)

Sumber





Bagas Hattrick, Timnas U-16 Imbang 3-3, Fachri Husaini: Kita Memang Butuh Lawan Tim Ini

Timnas Indonesia U-16 menjalani laga ujicoba terakhirnya dengan menghadapi tim dari Asia Barat yakni Oman U-16. Laga ini dilangsungkan di Usim Mini Stadium, Malaysia, Rabu (12/9/2018) pukul 15.30 WIB. Laga ini tidak bisa disiarkan secara langsung karena arahan dari panitia pelaksana.


Dilansir dari flashscore.co.id (12/9/2018), Timnas Indonesia tampil menekan sejak awal. Begitu juga dengan Oman U-16. Garuda Asia dan Young Reds Warrior ciptakan beberapa peluang yang berhasil dikonversikan menjadi gol. Di babak pertama Indonesia U-16 tertinggal 2-3.

Di babak kedua Bagus Kahfi cs tampil lebih menekan karena tertinggal satu gol. Akhirnya berhasil samakan skor menjadi 3-3 di babak kedua ini. Bagas Kaffa menjadi pencetak semua gol Timnas U-16 alias hattrick. Saatnya fokus untuk laga perdana AFC U-16 menghadapi Iran U-16.

Hasil imbang ini tentu tidak akan dipermasalahkan oleh coach Fachri Husaini. Dua laga uji coba awal dengan menghadapi tim-tim dari Malaysia, Garuda Muda menang telak. Sime Derby FC dikalahkan dengan skor 4-0. Felda FC U-17 kalah dengan skor 5-0. "Uji coba pertama dan kedua bagi saya hanya latihan saja karena saya menurunkan dua tim. Dari dua tim itu saya meminta main dengan tempo tinggi," ujar Fachri.


Jelang tampil di Piala Asia U-16 di Malaysia yang akan berlangsung pada 20 September sampai 7 Oktober mendatang, pelatih Fachri memang merencakan untuk melawan tim dari Timur Tengah. Pasalnya Indonesia U-16 tergabung dengan satu tim Timur Tengah di Grup C yakni Iran. Iran sebelumnya beruji coba melawan Oman.

"Kenapa lawan Oman memang karena Timnas U-16 butuh lawan dari Timur Tengah. Kita belum sekali pun melawan tim dari Timur Tengah. Apalagi di grup kita ada tim dari Timur Tengah yakni Iran," imbuh pelatih Fachri Husaini seperti yang dilansir dari indosport.com (11/9/2018).

Sumber





Tamat Sudah Klub Eropa! Barcelona Akan Segera Rekrut Bintang Ganas Ini, Calon Juara UCL?

Salam football mania, seperti yang dilansir dari www.mirror.co.uk (11/09/2018) Barcelona menargetkan dua bintang yaitu Nacho Monreal atau Alberto Moreno ketika jendela transfer Januari dibuka kembali.


Juara La Liga telah menjual Lucas Digne ke Everton musim panas ini meninggalkan Jordi Alba sebagai satu-satunya bek kiri senior dalam skuad mereka.

Pemain muda Marc Cucurella dan Juan Miranda telah berada di dalam dan di sekitar skuad tim pertama tetapi Ernesto Valverde menginginkan pilihan yang lebih berpengalaman.

Mundo Deportivo melaporkan Barca kemungkinan akan mendatangkan bek kiri baru pada Januari untuk memberikan kompetisi kepada Alba. Dan pasangan Liga Primer Monreal dan Moreno telah muncul sebagai target yang mungkin, dengan kedua pemain cenderung tertarik pada Barca.


Monreal, 32 tahun, terbuka tentang masa depannya di Arsenal musim panas ini dengan Real Sociedad tertarik untuk mencapai kesepakatan. Namun dia tetap di Emirates untuk memperebutkan tempatnya di bawah manajer baru Unai Emery.

Sementara Moreno tetap menjadi pilihan kedua di Liverpool untuk Andy Robertson dan kemungkinan untuk menemukan peluangnya yang sulit didapat.


Pemain berusia 26 tahun itu menjadi pemain pengganti yang tidak digunakan dalam tiga pertandingan terakhir Liverpool. Nama lain yang diyakini menarik bagi Barca adalah Matteo Darmian dari Manchester United.

Pemain asal Italia itu tampaknya akan meninggalkan United musim panas ini tetapi dia tetap berada di tengah krisis pertahanan pada awal musim.





Tak Bahagia Di Juventus, Manchester United Siap Tebus Pemain Seharga 2 Triliun Ini

Manchester, Inggris – seperti dilaporkan thesun.co.uk, Selasa (11/9/2018), klub raksasa Premier League Inggris, Manchester United, dikabarkan masih sangat berminat untuk mendatangkan pemain bintang Juventus yakni Paulo Dybala.


Demi membawa keluar pemain Timnas Argentina tersebut dari Allianz Stadium, manajemen The Red Devils kabarnya telah menyiapkan dana fantastis sebesar 120 juta euro atau setara dengan 2 triliun rupiah.

Kedatangan Paulo Dybala ke Theater of Dreams dinilai akan membuat lini depan Manchester United semakin tajam sehingga mampu bersaing untuk meraih trofi Premier League musim ini.

Jose Mourinho dikabarkan akan mulai bergerak untuk mendapatkan Paulo Dybala pada bursa transfer musim dingin Januari 2019 mendatang.


Selain untuk mempertajam lini depan, kehadiran Paulo Dybala di Manchester United juga diharapkan mampu membuat Paul Pogba bertahan di Old Trafford.

Seperti diketahui kalau pemain Timnas Prancis tersebut dirumorkan ingin segera hengkang dari Manchester United. Paul Pogba dan Paulo Dybala dikenal memiliki hubungan sangat baik semenjak mereka bermain bersama di Juventus.


Sementara itu Paulo Dybala sendiri juga dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan Manchester United pada musim dingin mendatang. Pemain berusia 23 tahun tersebut kabarnya akan mempertimbangkan dengan sangat serius tawaran dari The Red Devils.

Paulo Dybala memang santer diberitakan ingin hengkang dari Allianz Stadium setelah pada musim ini alenatore Juventus yakni Max Allegri lebih sering menempatkannya di bangku cadangan karena kehadiran Cristiano Ronaldo.

Situasi tersebut membuat sang pemain kabarnya tidak senang dengan keputusan Allegri dan berencana untuk hengkang dari Juventus pada bursa transfer musim dingin Januari 2019 mendatang.

Sumber





Padahal Malaysia Sudah Bangga, Ternyata Korea Sebut Lawan Terberatnya Adalah Negara Ini

Pesta olahraga terbesar di Asia yaitu asian games 2018 baru saja usai. Semua cabang olahraga yang dipertandingkan pun telah menemukan juaranya masing-masing. Salah satunya adalah cabang olahraga sepakbola pria.


Cabang olahraga sepakbola pria asian games 2018 dimenangkan oleh timnas Korea Selatan u23 yang sukses mengalahkan timnas Jepang u23 dengan skor akhir 2-1 pada laga final yang berlangsung di stadion Pakansari.

Kemenangan timnas Korea Selatan u23 membawa pulang medali emas ke Korea memang sesuatu yang sangat membanggakan, namun dibalik itu semua hal yang paling menggembirakan atas kemenangan ini ialah terbebasnya para pemain dari aturan wajib militer.


Sukses meraih kemenangan dalam asian games 2018, pelatih timnas Korea Selatan u23 menyebut jika mereka telah melewati banyak pertandingan yang luar biasa sepanjang gelaran asian games 2018.

Namun dari semua lawan yang pernah di hadapi hingga sukses meraih medali emas, pelatih timnas Korea Selatan menyebut jika lawan tersulit dan terberatnya adalah timnas Uzbekistan, seperti dikutip pada laman cnnindonesia.com (03/09/18).


Meski kalah dari timnas Malaysia u23, secara tegas pelatih timnas Korea Selatan menyebut jika timnas Uzbekistan adalah lawan yang paling sulit mereka hadapi sepanjang pertandingan di asian games 2018.

Sumber





Pahlawan Piala Dunia 2018 Tak Masuk Nominasi Pemain Terbaik, Mengenaskan Bukan?

FIFA telah resmi merilis daftar pemain terbaik tahun 2018. Ada tiga nama yang akan bersaing untuk memenangkan gelar tersebut.


Ketiga pemain tersebut adalah Mohamed Salah (Liverpool), Luka Modric (Real Madrid) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid/Juventus). Dari ketiga nama tersebut, Luka Modric sangat difavoritkan untuk memenangkannya.

Seperti yang dilansir dari www.bola.net (12/09/2018), Meski difavoritkan untuk memenangkan gelar bergengsi FIFA Best Player 2018, Luka Modric nampaknya merendah. Menurut bintang asal Kroasia tersebut, gelar pemain terbaik FIFA bukanlah hal yang penting bagi dirinya.


Luka Modric sendiri masuk dalam nominasi setelah berhasil mengantarkan Kroasia menembus babak final piala dunia 2018 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Tapi, taukah anda bahwa ada yang lebih berkontribusi dalam ajang tersebut? Semua pihak merasa kecewa terutama fans Perancis yang berharap Antoine Griezmann masuk nominasi dan memenangkan gelar tersebut.


Griezmann bagaikan pahlawan yang terlupakan. Padahal sang pemain berhasil membawa Atletico Madrid menjuarai UEFA Europa League dan yang terpenting berhasil mengantarkan Perancis menjuarai piala dunia 2018. Bukan kah hal ini sangat dikecewakan? Bagaimana tanggapan kalian terkait hal tersebut?

Sumber





Tak Terduga ! Presiden Juventus Komentari 'Bomber Ganasnya' Dengan Sebut Begini

Dari Juventus Andrea Agnelli, memuji mental juara yang dimiliki oleh striker ganas mereka Mario Mandzukic. Menurutnya, Mario Mandzukic adalah pesepak bola yang ingin selalu menang dan meraih trofi juara.


Penyerang berumur 32 tahun itu menorehkan prestasi membanggakan pada musim lalu bersama Juventus. Dia berkontribusi membantu I Bianconeri merengkuh dua gelar juara, yakni Gelar Serie A dan Coppa Italia.

Bukan hanya bersama Juventus, penampilan apik mantan bomber Atletico Madrid itu berlanjut ketika berseragam timnas Kroasia di Piala Dunia. Dia berhasil mencetak tiga gol, sekaligus membawa Kroasia lolos hingga ke partai puncak Piala Dunia 2018.


Akan tetapi, Mario Mandzukic gagal membawa negaranya meraih titel juara. Pada laga final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, 15 Juli 2018, The Blazers menyerah 2-4 dari Prancis.

"Mario adalah pria yang luar biasa. Saya mengaguminya. Tidak banyak lagi yang perlu kamu katakan mengenai dia. Dia ingin memenangkan setiap kompetisi yang diikutinya , sama seperti kami di Juventus," ujar Agnelli.


"Dia membahas situasi dan terkadang pemain memang butuh waktu untuk merefleksikan. Kita semua harus menghargai apa yang dicapai Kroasia, karena mencapai final Piala Dunia sungguh luar biasa, mengingat ukuran populasi penduduk mereka," lanjutnya.

Sejak kepergian Gonzalo Higuain ke AC Milan pada musim panas tahun ini, Mario Mandzukic kembali menempati posisi idealnya, yakni sebagai penyerang tengah. Dia pun sukses mendulang dua gol dan satu assist dari tiga laga perdana bersama Juventus di Serie A 2018-2019.

Tanggapan kalian tentang penyerang Kroasia milik Juventus ini ?

Sumber





Berikut Ranking FIFA Indonesia yang Naik Tajam

Dalam rangka persiapan menuju piala AFF, Indonesia sudah menjalani uji coba melawan Mauritius. Seperti dilansir dari bolasport.com bahwa laga tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh skuat garuda dengan skor tipis 1-0.


Kemenangan timnas bukan hanya bermanfaat bagi tim kepelatihan untuk memantau kinerja pemain, namun juga mengemban misi lain yaitu menaikkan peringkat Indonesia di ranking FIFA.

Sebelumnya Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat 164 dunia yang masih berada di bawah lawannya Mauritius yang berada di peringkat 155 dunia.

Namun perubahan besar terjadi pasca menangnya Indonesia di uji coba tersebut. Untuk menghitung peringkat, FIFA sejatinya sudah mengeluarkan rumus baru yang bisa dihitung secara manual.

Pada partai melawan Mauritius berdasarkan hitungan rumus baru FIFA, Indonesia berhasil meraup 28,6 poin.

Poin yang dihasilkan tersebut ditambahkan dengan poin Indonesia sebelum uji coba berlangsung yaitu 992 poin. Dengan demikian 992+28,6= 1020,6.

Dengan catatan poin 1020,6 tersebut, Indonesia digadang-gadang akan naik ke peringkat 157 atau kenaikan terjadi sebesar 7 peringkat dari sebelumnya yang hanya berada di peringkat 164.

Kenaikan drastis tersebut tentu menjadi modal Indonesia menjelang menyambut gelaran piala AFF pada November mendatang.

Peringkat atau ranking tersebut akan masih berpotensi naik karena pada bulan Oktober Indonesia direncanakan juga akan beruji coba melawan Myanmar.

Dengan rutinnya Indonesia menggelar uji coba resmi, maka peluang untuk terus naik peringkat juga semakin besar karena FIFA match day sangat besar poinnya dalam menentukan peringkat negara. Bravo!

Sumber





Dua Striker Timnas U-16 Merapat ke Klub Jerman dan Jepang?

Timnas Indonesia U-16 memang tengah bersiap untuk melanjutkan kompetisi di Piala AFC U-16. Oleh karena itu, mereka sudah berada di Malaysia yang pada gelaran saat ini didapuk sebagai tuan rumah ajang sepakbola terbesar se-Asia bagi pesepakbola berusia di bawah 16 tahun tersebut.


Dilansir dari bola.com (12/09/2018), dua striker timnas U-16, yakni Sutan Diego Zico dan Bagus Kahfi mengungkapkan keinginannya setelah turnamen itu selesai. Keduanya sama-sama ingin bermain di luar negeri. Jika Zico ingin ke Jerman, Bagus lebih memilih untuk pergi ke Liga Jepang.


Keinginan Sutan Diego Zico sangatlah beralasan sebab ia sangat menyukai Bayern Munchen dan ingin menjadi teman duet dari Lewandowski yang merupakan idolanya bermain bola sejak kecil.

Beda dengan Bagus yang ingin ke Jepang karena di sana mempunyai liga yang sudah sangat kompetitif di kawasan Asia.

Keinginan keduanya sepertinya harus dipertimbangkan matang-matang oleh PSSI. Setidaknya sebagai induk sepakbola terbesar di tanah air, mereka dapat mengakomodir keinginan tersebut sehingga terbentuk timnas yang kuat di masa depan.

Sumber





4 Bintang Baru Timnas Spanyol Muncul Saat Menang 6-0 atas Kroasia

Para pemain timnas Spanyol yang ikut serta kala menjuarai Piala 2010 masih dianggap sebagai generasi emas.


Akan tetapi, timnas Spanyol mulai melahirkan generasi emas kembali saat ini.

Hal tersebut terlihat dalam dua laga yang timnas Spanyol jalani di UEFA Nations League.

Spanyol berhasil menang dengan skor 2-1 atas timnas Inggris dan menaklukkan finalis Piala Dunia 2018, timnas Krosia, dengan skor 6-0.

Ada empat bintang muda yang begitu bersinar dalam laga terbaru mereka melawan Kroasia.
Bintang utama yang bersinar tentulah bocah ajaib Real Madrid, Marco Asensio.


Asensio terlibat dalam empat gol pada kemenangan besar timnas Spanyol tersebut.

Ia mencetak satu gol dan menorehkan dua assist.

Selain Asensio, ada Isco Alarcon yang juga tampil cemerlang dan mampu mencetak satu gol.

Striker Real Madrid berusia 22 tahun, Dani Ceballos, juga mampu tampil sejak menit awal pada laga melawan Kroasia.

Para bintang timnas Spanyol hari ini tak hanya lahir dari Real Madrid.

Rival sekota mereka, Atletico Madrid, juga mampu menyumbang Saul Niguez sebagai bintang baru timnas Spanyol.

Saul mampu mencetak satu gol dalam kemenangan besar mereka kali ini.

Keempat bintang ini mampu tampil cemerlang dan mengobati rasa sakit hati timnas Spanyol usai hanya melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Sumber





Terbongkar! Ini Sosok Kuat Pengganti Luis Milla Sebagai Pelatih Timnas Indonesia. Setuju?

Kabar mengenai siapa yang akan melatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 belum menemukan titik terang. Banyak pihak yang berspekulasi jika sosok Luis Milla yang selama ini mendidik Timnas Indonesia dikabarkan tidak ikut andil lagi.


Mengenai situasi tersebut beredar kabar yang menyatakan jika Kurniawan Dwi Yulianto siap mengabdi jika ditunjuk sebagai pengganti Luis Milla untuk melatih Timnas Indonesia U-23.

Hal tersebut dibeberkan langsung oleh Kurniawan Dwi Yulianto menjelang laga Indonesia Vs Mauritius yang telah usai digelar (11/09/18).


"Saya tidak berpikir untuk menjadi pelatih di Piala AFF tapi kalau ada panggilan apapun itu untuk Indonesia, saya selalu siap," kata Kurniawan mengutip bolasport.com.

Seperti yang diketahui Kurniawan telah ditunjuk sebagai pelatih sementara Timnas saat menjamu Mauritius (11/9/18) dalam laga persahabatan FIFA. Alhasil, Indonesia pun berhasil unggul dengan skor akhir 1-0.

urniawan pun dengan bangga merasa senang dengan hasil baik yang telah dipersembahkan oleh Timnas yang sudah menjadi anak asuhnya kali ini.

"Saya diminta membantu asisten pelatih tentu saja, bisa meraih kemenangan. Ini tidak bisa terbilang dengan kata-kata," kata Kurniawan.

Kira-kira pantaskah Kurniawan menggantikan Luis Milla sebagai pelatih Timnas U-23 di Piala AFF mendatang?

Sumber





Klub Malaysia Geleng-geleng, Lalu Puji Indonesia

Hasil akhir dari laga Indonesia vs Mauritius berakhir dengan skor tipis 1-0. Adapun gol tersebut terlahir setelah memaksa bermain hampir 90 menit penuh tanpa gol.


Akan tetapi akselerasi cantik dari seorang Dedik Setiawan yang masuk pada babak kedua memberikan kontribusi besar.

Sebuah tendangan mengarah ke gawang dan gagal dipeluk penjaga gawang Mauritius itu membuat sebuah blunder hingga akhirnya bola mengarah ke area 12 pas dan ternyata di sana sudah ada Evan Dimas menanti.

Tanpa rasa panik Evan mengontrol bola dan kemudian dengan sekali kontrol ia melepaskan tembakan dan gol.

Ternyata aksi memukau Evan ini sukses menyulut reaksi dari beberapa pemain dan klub lainnya, yang paling santer terlihat adalah reaksi dari bagaimana tim tetangga turut mengomentari soal keberhasilan Timnas Indonesia tersebut dengan Evan Dimas sebagai bintangnya.


Seperti dikutip dari Bola (12/9/2018) Klub tetangga kita yaitu Klub Malaysia, Selangor FA langsung mengunggah foto Evan Dimas Darmono, yang juga merupakan pemain mereka di akun Instagram resmi mereka lengkap dengan logo kebanggaan Timnas Indonesia, burung Garuda.

Ini merupakan respect terhadap aksi Evan dalam pertandingan itu sebab Pemain asal Indonesia ini kerap menjadi pemecah kebuntuan tim saat dalam keadaan rumit.

Sumber





Bawa Timnas Indonesia Menang! Anak Muda Bau Kencur Ini Tampil Sangat Luar Biasa

Indonesia akhirnya berhasil meraih kemenangan atas Mauritius pada laga ujicoba perdana bagi tim yang diproyeksikan untuk Piala AFF 2018.


Dalam laga yang dilangsungkan di stadion Wibawa Mukti Cikarang tersebut, Evan Dimas menjadi pembeda dengan satu gol yang dia cetak pada menit-menit akhir laga, seperti dilansir dari Bola.com(11/09/2018).

Namun, perlu kita ketahui, bahwa gol Evan Dimas tak akan tercipta apabila pemain muda bau kencur yakni Dedik Setiawan, pemain yang baru pertama kali memakai kostum Timnas Indonesia tersebut melakukan akselerasi tanpa rasa takut.

 Dedik sendiri yang menggantikan Stefano Lilipaly pada menit ke-88 dan mendapatkan sentuhan pertamanya dalam skema serangan balik setelah serangan Mauritius berhasil dihalau oleh barisan pertahanan Indonesia.


Dengan melakukan kerjasama tim bermasa Riko Simanjuntak dan juga Rizki Pora, akhirnya Dedik mampu melepaskan tendangan ke arah gawang setelah mendapatkan bola sodoran dari Rizki Pora.

Tendangan kaki kiri yang dilepaskan dedik memang mampu ditepis oleh kiper Mauritius, namun bola muntah tersebut langsung disambar oleh Evan Dimas yang datang pada saat yang tepat dan membobol gawang Mauritius.


Dengan performa yang sangat luar biasa tersebut, seharusnya Dedik Setiawan diberikan waktu bermain yang lebih panjang di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Sumber





Kalian Harus Beli MU Jika Mau Beli Saya

Sempat menjadi perbincangan hangat dipersepakbolaan dunia atas kariernya yang gemilang bersama Manchester United rupanya menyulut reaksi banyak tim ingin meminangnya datang ke klub tersebut.


Bahkan tim sekelas Inter Milan pun pernah berencana untuk mendatangkan pemain ini. Dia adalah gelandang enerjik seperti Andres Iniesta di eranya itulah mengapa selalu ada kaitan tersendiri antara Paul Scholes dengan Andres Iniesta.

Namun, ada satu hal yang membedakan diantara keduanya yaitu ketika Scholes selalu memamerkan soal tendangan kerasnya dan juga daya jelajahnya yang lebih tinggi. Hal inilah yang membuat Inter Milan ketika itu berharap bisa mendapatkan jasa pemain asal Inggris itu.


Seperti dikutip dari ESPN (9/9/2018) Paul Scholes menyatakan bahwa Inter Milan ketika itu sempat memberikan cek kosong kepada Sir Alex Ferguson, akan tetapi si pemain menjawab bahwa "Jika mau beli saya kalian harus membeli Manchester United."

Itulah pembuktian bahwa Scholes betapa mahalnya dan dia juga membuktikan bahwa dia amat sangat setia kepada Manchester United yang selama itu membuat kariernya terus meroket dan mendapatkan banyak gelar.

Sumber





Kabar Gembira! Kalahkan Mauritius, Ranking Indonesia Melesat Tinggi

Kabar gembira datang untuk sepakbola Indonesia, dimana seperti yang dikutip dari fifa.com (11/9/2018) pertandingan antara Indonesia vs Mauritius masuk kedalam kalender FIFA.


Ini artinya, kalahkan Mauritius, ranking Indonesia bakal melesat tinggi. Meski kalahkan Mauritius tidak semudah membalikkan telapak tangan, Indonesia bisa meraih segalanya dengan doa dan support yang diberikan oleh publik.

"Kami akan bermain dengan gaya yang tidak jauh saat Asian Games lalu. Kami akan bermain cepat dan menekan sejak menit pertama. Pada intinya bahwa tim kami sudah siap untuk menghadapi pertandingan melawan Mauritius," ucap Kurniawan Dwi Yulianto, yang di plot sebagai Asisten Pelatih Timnas Indonesia dalam laga ini.


Hanya sekedar info saja nih guys, saat ini Indonesia masih tertahan di peringkat ke-164 FIFA dengan total raihan 992 point. Pencapaian terbaik Indonesia diraih pada tahun 1998 dan 2001, dimana saat itu Indonesia sukses menempati posisi ke-87.


So, menarik tentunya untuk kita tunggu hasil akhir dalam laga ini, dan naik berapa peringkat kah posisi Indonesia di Ranking FIFA jika mampu kalahkan Mauritius. Sukses selalu, dunia sepakbola Indonesia.

Sumber





Indonesia Menang 1-0, Eks Manchester City Berkata Seperti Ini dan Bikin Marah Netizen

Kemenangan berhasil diraih oleh Timnas Indonesia atas Mauritius dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi. Gol semata wayang Timnas dicetak oleh Evan Dimas di menit akhir babak kedua.


Dikutip dari goal.com (11/09/18) gol Evan Dimas berawal dari sepakan pemain pengganti, Dedik Setiawan. Sepakan pemain Arema FC tersebut memang berhasil dimentahkan oleh kiper Mauritius, namun bola mentah berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Evan Dimas.


Sayangnya dibalik kemenangan Timnas Indonesia atas Mauritius tersebut, netizen beraksi negatif kepada mantan pejabat PSSI, Hanif Thamrin. Pria yang sempat menjabat Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI ini diserang netizen karena tweetnya di akun Twitter pribadinya.

Dalam tweet di akun pribadinya tersebut, pria yang pernah bekerja di Manchester CIty tersebut 'menyerang' Ratu Tisha yang menjabat Sekjen PSSI. Hanif menilai bahwa kerja-kerja Ratu Tisha tak ada yang bagus, utamanya soal laga persahabatan untuk Timnas.


"Perasaan pas Ratu Tisha baru2 jadi sekjen bilangnya ga level persahabatan ama negara kecil. Eh lawannya Mauritius. FYI pas lawan Islandia itu initial discussion udh dari gw, gw yg call, gw yg kirim surat - doi tinggal lanjutin aja." kicau akun @HanifThamrin
Sontak saja hal tersebut membuat sejumlah netizen berang dan menyerang akun tersebut.

"lah elu emang pernah bikin friendly sama siapa? trus, kenape lu cabut dari pssi? kaga sanggup?" kata salah satu netizen.

"Brader mau tanya.. Negara kecil atau besar itu menurut penilaian siapa atau menurut ranking FIFA? Soalnya setau saya Mauritius ranking nya masih di atas Indonesia.. Reply yah brader.." kata netizen lainnya.

Hanif Thamrin pun tak berhenti di situ, ia juga berupaya menjawab kritik dari para netizennya.
"Gausah liat ranking fifa klo statement nya negara kecil. Kan bilangnya mau ama Portugal, Jerman. Buktikan lah. Gw sih udh pernah ngundang Prancis, mereka mau - tapi ngantrinya 5 tahun. Gw juga yg buka jalan timnas U19 kita diundang di Toulon main lawan Brasil." kicau @HanifThamrin


"Gw cuma mau ngasitau, nyari lawan friendly gak gampang setelah 2 th kita di sanksi. Negara lain jadwalnya udh pada locked selagi kita gak boleh tanding - itu realita yg gw hadapi. Jd jgn cuma bisa bilang kok kita friendly cm lawan tim kecil macam Myanmar dan PR. Skrg sulit kan?" tambah @HanifThamrin

Wah ada-ada saja yah para mantan pejabat di PSSI ini. Kita tunggu saja apakah tweet dari Hanif bakal ditanggapi oleh pihak PSSI atau Ratu Tisha.

Sumber





Malaysia di Bantai!Timnas U-16 Pasti Lolos Piala Dunia,Berikut Jadwal Piala AFC U-16 2018

Dilansir dari Bola.com-Timnas Indonesia sedang Bersiap Menghadapi jadwal Piala AFC U-16 2018 Di malaysia,20 September sampai 7 Oktober 2018.


Timnas U-16 indonesia Sudah bertolak ke malaysia dan sudah melakukan serangkaian Ujicoba dengan tim malaysia diantaranya Timnas U16 mengalahkan Sime Darby FC U-17 dengan skor 4-0 dan Felda United U-17 dengan skor 5-0.

Timnas indonesia sengaja menjalani Tc di malaysia supaya bisa beradaptasi dengan keadaan lapangan di malaysia.sang pelatih Fakhri Husaini memboyong 23 pemain, dan tiba di Malaysia dilansir dari Bola.com, Rabu (29/8/2018).


Setelah serangkaian ujicoba ini Timnas Indonesia U-16 langsung menghadapi Piala Asia 2018. Mencapai babak semifinal menjadi target utama Bagus kahfi dan kawan-kawan Untuk tembus ke piala dunia U-17 di Peru 2019.

Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup C bersama Iran, Vietnam, dan India pada Piala Asia U-16.

Iran menjadi lawan pertama Indonesia di Piala Asia U-16 2018. Kedua tim akan bertemu di Stadion Nasional Bukit Jalil, 21 September mendatang.


Rencananya semua pertandingan akan di tayangkan secara langsung oleh MNCTV.

Berikut jadwal Lengkap Timnas U-16 Indonesia di Piala AFC U-16 2018 di Malaysia

21 September 2018

15.30 WIB: Iran vs Indonesia (Stadion Bukit Jalil)

24 September 2018

19.45 WIB: Indonesia vs Vietnam (Stadion Bukit Jalil)

27 September 2018

19.45 WIB: India vs Indonesia (Stadion UM Arena)

Perempat final: 30 September, 1 Oktober

Semifinal: 4 Oktober

Final: 7 Oktober

Sumber